Assalamualaikum Wr.Wb
Apa kabar para pembaca yang selalu diberkahi Allah SWT?. Disini saya akan berbagi cerita yang berjudul "Kaulah Cahaya Hidupku" karangan Rizka Dwi Puspita Sari. Semoga Anda sekalian terhibur dengan cerita tersebut. Selamat membaca.......
Sekian dan terimakasih
Tema: Kisah Hijrah Menuju Syar’i
|
Pada suatu hari hiduplah seorang perempuan
cantik dengan paras memesona. 25 tahun itulah usia wanita itu. Dia adalah
seorang muslim. Karena dia hidup di lingkungan yang tidak begitu menganggap
sebuah agama itu penting yang membuatnya menutup diri terhadap agama.
Dari kecil wanita itu berprofesi
sebagai pencopet. Mungkin baginya copet sudah mendarah daging di hidupnya.
Wanita yang memiliki nama Anatasya itu sehari-hari tinggal di bawah jembatan
bersama anak jalanan yang lainnya. Walaupun Anatasya perempuan yang cantik yang
akan membuat para kaum Adam akan bertekuk lutut setelah melihat kecantikan
Anatasya. Tapi para pria di tempat tinggalnya tidak berani macam-macam dengan
Anatasya karena Anatasya dikenal sebagai wanita yang baik, tegas dan mereka
saling menghormati satu sama lain.
Pagi sampai habis isya’, Tasya
menjalankan profesinya itu demi sesuap nasi. Tak kenal lelah untuk bisa
menghidupi ibunya yang telah merawatya dari kecil dengan penuh kasih sayang,
walaupun sebenarnya Anatasya bukanlah anak kandung ibu Fatimah. Tapi Anatasya
telah menganggap Ibu Fatimah sebagai ibunya sendiri. Hal tersebut membuat
Anatasya merasa cukup bahagia tinggal bersama ibunya. Tetapi akhir-akhir ini
ibunya sedang sakit-sakitan. Oleh sebab itulah yang menjadi alasan utama
Anatasya tidak dapat menghentikan aksinya mencopet. Hanya demi pengobatan
ibunya.
Setiap kali Anatasya memberikan obat kepada
ibunya. Sering kali ibunya menanyakan dari mana mendapatkan uang untuk membeli
obat untuk ibunya. Untuk menjawab pertanyaan ibunya, Anatasya sering kali harus
berbohong agar ibunya tidak marah dan mau menerima obatnya.
Pagi-pagi
Anatasya memulai aksinya mencopet. Biasanya Anatasya melakukan aksinya di
tempat keramaian seperti: pasar malam, pasar tradisional, terminal dan di dalam
alat transportasi. Tak jarang aksi Anatasya itu hampir saja membuatnya
tertangkap oleh amukan masa. Tetapi lagi-lagi keberuntungan masih memihak
padanya sehingga Anatasya bisa selamat dari amukan masa.
Hasil dari profesi copet menurut
Anatasya sudah cukup untuk memenuhi kehidupannya dan pengobatan untuk ibunya.
Setelah berhasil memperoleh beberapa dompet yang berisikan tumpukan uang,
setelah itu Anatasya mengambil uangnya lalu membuang dompetnya ke tong sampah.
Sering kali setelah mendapatkan uang lebih, pasti Anatasya selalu membagikan
uang itu kepada para pengemis yang membutuhkan.
Pada suatu ketika, setelah Anatasya
pulang dari mencopet, betapa terkejutnya melihat ibunya tergampar tak berdaya
di jubin yang begitu dingin. Setelah memeriksa denyut nadi ibunya, Anatasya
merasa sangat terpukul karena ternyata ibunya sudah tiada. Betapa hatinya
hancur ketika harus melihat kini dia akan menjalani hidup sebatang kara di bumi
yang keras ini. Dia seakan tidak sanggup membayangkannya. Tetapi itulah realita
yang akan dijalani Anatasya.
Setelah pemakaman ibunya selesai dikebumikan.
Anatasya seakan hidup terombang-ambing tak ada tujuan yang pasti. Dia ingin
rasanya berteriak sekeras-kerasnya untuk melepaskan penat di dada tapi menurut
dia itu percuma saja. Karena masalahnya tetap saja ada. Dia ingin sekali keluar
dari kehampaan hidupnya. Tetapi ia tidak bisa. Akhirnya ia sadar kalau hidup
ini akan terus berjalan dan mau tidak mau Anatasya harus menjalani hidupnya
yang kini terasa hampa.
Karena
Anatasya harus hidup dan harus makan maka Anatasya masih saja menjalani
profesinya sebagai pencopet untuk penyambung hidupnya. Tetapi kini Anatasya
terlihat berbeda yaitu kini ia lebih menunjukkan sikap yang dingin kepada
siapapun dan sekarang ia jarang tersenyum lagi. Akibat perubahan sikap Anatasya
membuat Raka, teman seprofesi copet dengan Anatasya merasa kasihan terhadap
temannya itu. Dia selalu menghibur Anatasya tetapi Ia tidak berhasil. Malah Raka
disuruh menjauhi dirinya. Tetapi itu semua tidak membuat Raka patah semangat.
Ia akan selalu menjaga Anatasya walaupun dari jauh.
Pada suatu hari, di tengah-tengah teriknya
matahari Anatasya memulai aksinya dan korban aksinya tersebut adalah seorang ibu-ibu
kaya raya dengan gamis dan jilbab yang dikenakannya yang menunjukkan kalau ibu
itu adalah hamba Allah yang taat. Tanpa memilih mangsa, akhirnya ibu itu
menjadi korban selanjutnya Anatasya. Dengan lihai Anatasya menyambar tas yang
dibawa ibu itu dan langsung pergi. Ibu itu berteriak minta tolong, tetapi tidak
ada orang yang mendengar karena saat itu suasana tempat itu sepi dan tidak ada
orang satu pun.
Setelah mendapatkan tas ibu itu tadi, dengan
segera Anatasya membuka tas itu perlahan-lahan di rumahnya. Betapa terkejutnya
Anatasya melihat apa yang ada di dalam tas itu.
Anatasya pun mengeluarkan barang itu perlahan-lahan. Tak disangka tas
itu hanya berisi Al-Quran dan mukenah saja. Tidak ada uang sepersen pun. Karena
Anatasya merasa jengkel lalu Al-Quran dan mukenah itu diletakkan begitu saja di
atas kasur. Setelah itu Anatasya beranjak dari tempat tidur.
Tetapi sesaat Anatasya ingin pergi, langkah
kakinya terhentikan tiba-tiba. Entah mengapa hatinya ingin sekali membuka
Al-Quran itu. Karena menuruti permintaan hatinya itu, Anatasya kembali
menghampiri Al-Quran yang di letakkan di kasur. Selembar demi selembar Anatasya
membuka-buka halaman kitab suci Al-Quran tersebut. Karena Anatasya belum bisa
membaca ayat suci Al-Quran, Ia pun hanya membaca terjemahannya saja. Betapa
tergugah hatinya ketika membaca sebuah ayat suci Al-Quran pada surat Ar-Ra’d :
28 yang insyaallah artinya “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka
menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya mengingat Allah-lah
hati menjadi tentram”. Mungkin itulah yang dicari Anatasya selama ini yaitu
kedamaian pada hatinya dan hidupnya. Tiba-tiba tidak ada hujan atau apapun,
entah mengapa setelah membaca Al-Quran hatinya terasa lebih tenang, damai
sekarang.
Anatasya pun bertanya-tanya dalam dirinya
sendiri, “Apakah tujuan hidupnya sekarang?. Apakah mencari kesenangan hidup
semata sesuai kehendaknya sendiri ataukah kedamaian, ketenangan hati yang ingin
ia cari?”. Ia pun memilih kedamaian, ketenangan hati yang sedang ia cari.
Tetapi ia bingung dari mana ia mencari kedamaian itu.
“Menurut Al-Quran yang barusan ia baca dengan mengingat
Allah maka hati akan tentram. Tetapi bagaimana cara agar Anatasya selalu
mengingat Allah SWT?. Dan apa yang harus Anatasya lakukan agar Anatasya selalu
mengingat Allah SWT?. Tetapi apakah Allah SWT masih mau menerima hamba seperti
Anatasya yang telah berlumur dosa ini?. Apa yang harus aku lakukan sekarang?.
Aku serba bingung”, kata Anatasya dalam kebingungannya.
Anatasya pun sejenak terdiam. Beberapa saat
kemudian, Anatasya pun mendapat ide cemerlang. Anatasya pun memutuskan untuk
bertanya kepada Ustadzah Halimah. Karena Anatasya sangat bersemangat, ia pun
tidak menunda-nunda niatan baiknya itu dan langsung pergi ke rumahnya Ustadzah
Halimah tanpa memikirkan waktu.
Saat ini waktu menunjukkan pukul 18.15 WIB,
Anatasya pun pergi ke rumah Ustadzah Halimah. Saat sudah sampai di sana,
pembantu Ustadzah berkata kalau ustadzah masih di masjid dan belum pulang.
Setelah mendengar jawaban pembantu itu. Tanpa berfikir panjang Anatasya
langsung menuju ke masjid. Karena terlalu lama tidak pernah memasuki masjid
membuat Anatasya merasa kebingungan harus berbuat apa ketika memasuki masjid.
Karena melihat ada seorang wanita yang kebingungan ingin memasuki masjid, Ustadzah
Halimah pun menghampiri wanita itu dan bertanya ada keperluannya apa.
Anatasya pun menceritakan apa tujuannya menemui
Ustadzah Halimah. Ia bercerita banyak hal tentang hidupnya kepada Ustadzah. Dan
sekarang Anatasya ingin sekali berhijrah untuk mencari kedamaian, dan
ketenangan hati serta hidupnya. Tetapi Anatasya tidak tahu caranya bagaimana.
Dan Anatasya merasa dirinya terlalu hina menghadap Allah SWT karena ia telah
banyak berbuat dosa.
Kemudian Ustadzah Halimah menerangkan ayat suci Al-Quran
surat Al Baqarah: 218
Yang insyaallah artinya
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang berhijrah dan
berjihad di jalan Allah SWT, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah SWT.
Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang”, ujar Ustadzah Halimah.
“Jadi, seburuk-buruknya tindakan manusia yang terdahulu
jika dia bersungguh-sungguh untuk berubah menjadi yang lebih baik dan berniatan
untuk berhijrah di jalan Allah dengan cara bertobat nasuhalah yaitu tidak akan
mengulangi perbuatan tercelanya lagi. Insyaallah, Allah akan menghapus
dosa-dosannya yang terdahulu. Jadi, Apakah kamu sudah mantap dengan
keputusanmu?. Apakah kamu terpaksa atau dipaksa seseorang atas keputusanmu itu
untuk berhijrah di jalan Allah SWT, Anatasya?”, kata ustadzah.
“Insyaallah saya sudah mantap atas
keputusanku untuk berhijrah di jalan Allah SWT, Ustadzah. Dan keputusan ku itu
atas kemauan hati nurani saya sendiri. Tidak ada paksaan dari siapapun,
Ustadzah”, jawab Anatasya.
Setelah itu Anatasya dibimbing
Ustadzah Halimah mengucapkan dua kalimat syahadat. Lalu menjelaskan kewajiban
apa saja sebagai seorang muslim diantaranya shalat, puasa, baca Quran,
sedekah/zakat, naik haji (bila mampu). Insyaallah dengan melakukan hal tersebut
hati akan menjadi tentram. Tetapi Anatasya tidak bisa bagaimana cara shalat dan
baca Quran. Mendengar kalau Anatasya belum mengetahui tata cara shalat, tanpa
buang waktu Ustadzah langsung mengajari bagaimana tata cara shalat dan baca
Quran. Sebelum shalat Anatasya harus terlebih dahulu wudhu. Setelah itu
Anatasya bisa menunaikan shalat.
Setelah belajar shalat, Adzan untuk
menunaikan shalat isya’ pun berkumandang. Anatasya pun menunaikan shalat isya’
secara berjamaah. Setelah menunaikan shalat isya, Ustadzah Halimah memohon
minta maaf kepada Anatasya karena tidak bisa mengajari baca Quran malam ini
dikarenakan ada acara mendadak. Ustadzah berpesan untuk sesering mungkin
berkunjung di rumah Ustadzah untuk belajar mengaji. Sebelum Ustadzah
berpamitan, beliau berpesan agar Anatasya sebagai wanita harus menutupi
auratnya dan mengenakan jilbab. Karena dengan mengenakan baju yang menutupi
aurat dan mengenakan jilbab selain mempertambah cantik seorang wanita tapi juga
akan menjaga keselamatan para wanita dari marabahaya demi menjaga
kehormatannya. Saran dari Beliau diterima dengan senang hati oleh Anatasya.
Sebagai hadiah Ustadzah memberikan sebuah jilbab untuk Anatasya. Betapa
bahagiannya Antasya diberikan jilbab oleh Ustadzah. Setelah jilbab itu diterima
Anatasya, Ustadzah pun pamit untuk pulang.
Anatasya pulang dengan hati gembira, dengan
segera Anatasya mencoba jilbab pemberian dari Ustadzah di depan cermin. Betapa
cantiknya Anatasya ketika memakai jilbab itu. Entah mengapa Anatasya langsung
jatuh hati kepada jilbab dan berkomitmen akan terus memakainya hingga akhir
hayatnya. Keesokan harinya dengan percaya diri Anatasya mengenakan baju yang
menutupi auratnya dan hijab yang menutupi rambut dan dadanya lalu berjalan
keluar menuju rumah Ustadzah Halimah untuk mengkaji ilmu-ilmu agama Allah SWT.
Anatasya sangat siap untuk belajar.
Saat di tengah jalan, Anatasya bertemu dengan
teman-teman copetnya, setelah melihat perubahan Anatasya mereka pun tertawa
terbahak-bahak dan megejek Anatasya tidak pantas memakai itu semua. Lalu
mengajak Anatasya untuk kembali ke jalan sesat lagi yaitu mencopet lagi. Tapi
Anatasya tidak melanggapinya dan langsung berjalan kembali. Setelah itu
Anatasya bertemu dengan Raka di tengah jalan. Betapa terkejutnya Raka melihat
perubahan baru Anatasya dan langsung terpesona pada pandangan pertama seakan
Raka telah jatuh hati kepada Anatasya.
“Subhanallah, kamu cantik sekali dengan jilbab
itu Anatasya yang telah menyihir aku menjadi terpesona dengan kecantikan
dirimu. Seakan membuat aku jatuh hati kepadamu”, kata Raka.
“Apa yang kamu bilang Raka?”, Tanya Anatasya.
“Oh bukan apa-apa kok. Hanya saja kamu cantik
dengan baju dan jilbabmu itu”, kata Raka. Lalu Anatasya pun hanya tersenyum
bahagia.
“Oh iya kamu mau pergi ke mana?”, Tanya Raka.
“Aku mau ke rumah Ustadzah Halimah untuk belajar
mengaji?”, kata Anatasya.
“Bolehkah aku ikut juga belajar mengaji”, Tanya
Raka.
“Alhamdulillah, Pastilah boleh. Ayo kita
berangkat bersama-sama ke sana”, ajak Anatasya.
Mereka pun pergi ke rumah Ustadzah Halimah bersama-sama.
Anatasya dan Raka sangat rajin dan bersemangat tinggi mengkaji agama islam.
Ketika setiap akan memulai kegiatan belajar mengajar agama islam Ustadz Masyur
suami Ustadzah Halimah menyarankan agar mereka berdua tidak saling berdekatan
dan mengetahui jaraknya masing-masing karena mereka belum muhrim. Mereka
dididik langsung oleh Ustadz Mansyur dan Ustadzah Halimah secara intensif
hingga mereka benar-benar menjadi hamba Allah SWT yang selalu taat kepada Allah
SWT. Semakin hari tingkat keimanan mereka berdua semakin meningkat tajam.
Kewajiban seorang muslim seperti Shalat, baca Quran, sedekah tak pernah mereka
tinggalkan sedikitpun. Tak jarang pula mereka menunaikan ibadah puasa senin
kamis dengan penuh antusias. Hal tersebut membuat Ustadzah Halimah dan Ustadz
Mansyur merasa bangga akan kegigihan mereka berdua dalam belajar memperdalam
ilmu agama Allah SWT.
Menurut Raka selain ilmu agamanya yang
meningkat, ternyata benih-benih cinta kepada Anatasya pun berkembang di hati
Raka semakin besar sehingga tak tahan rasanya untuk dipendam terus menerus.
Raka tidak menginginkan dirinya berbuat zina, maka Raka tak sungkan meminta
saran kepada Ustadz Mansyur apa yang harus ia lakukan.
“Untuk menyempurnakan akhlak manusia maka setiap
manusia di wajibkan untuk menikah dengan pasangan yang ia cintai bila ia sudah
mampu. Dan saya rasa kamu sudah mampu untuk menunaikan pernikahan. Jika kamu
memang benar-benar sangat mencintai Anatasya maka nikahilah Anatasya segera
mungkin sesuai dengan syariat islam. Jangan sampai Anatasya di ambil orang
lain”, saran Ustadz.
“Kalau itu yang harus aku lakukan maka akan aku
lakukan saran Ustadz. Karena Aku sangat mencintai Anatasya. Dan tak akan ku
biarkan Antasya di ambil orang lain. Karena hanya Anatasyalah yang akan ku
persunting menjadi istriku satu-satunya. Kalau begitu saya minta doa restunya
Ustadz semoga kami akan menjadi keluarga yang sakinah, mawardah dan warahmah”,
kata Raka.
“Amin. Oh iya, masalah biaya pernikahan kamu
jangan kuatir itu. Biar semua ditanggung oleh saya”, jawab Ustadz.
“Terimakasih banyak Pak Ustadz. Semoga kebaikan
pak Ustadz ini dibalas oleh Allah SWT”, kata Raka.
“Amin”, jawab Ustadz
Tanpa menunggu waktu yang lama, keesokan harinya
Raka melamar Anatasya menjadi istrinya. Betapa terkejut Anatasya karena dilamar
Raka tiba-tiba. Tetapi sebenarnya Anatasya juga telah memiliki perasaan yang
sama terhadap Raka kalau dia juga sangat mencintai Raka. Dengan tanpa basa-basi
Antasya menerima lamaran Raka. Betapa bahagianya Raka mendengar jawaban
Anatasya. Tanpa menunda-nunda niat yang mulia itu, mereka pun mempercepat waktu
pernikahannya. Tak terasa waktu yang ditunggu-tunggu telah tiba. Acara akad
nikahpun berjalan dengan hikmat dan syahdu. Dan sekarang Anatasya dan Raka
sudah dinyatakan sah sebagai pasangan suami istri sesuai dengan syariat islam.
Setelah berhasil memperistri Anatasya, Raka pun
mecoba mencari pekerjaan yang halal dan berkah. Alhamdulillah Raka mendapatkan
pekerjaan sebagai supir angkot walaupun penghasilannya tidak seberapa yang
penting supir angkot adalah pekerjaan yang halal dan berkah yang insyaallah
akan selalu di ridhai oleh Allah SWT. Walau seperti itu keadaannya, Anatasya
tetap merasa bahagia menjadi istri Raka. Menurut mereka, setelah berhijrah di
jalan Allah SWT, mereka berdua merasakan ada perbedaan pada hidup mereka. Kini
hidup mereka seakan terasa lebih hidup, lebih berwarna, lebih berarti, lebih
damai, tentram, nyaman dan tentunya lebih bahagia dibandingkan masa lalu mereka
yang suram. Sehingga membuat mereka berkomitmen akan menjadi hamba Allah SWT
yang selalu taat kepada Nya yang menjalankan segala perintah Nya dan menjauhi segala
larangan Nya.
**SELESAI**
Sekian dan terimakasih

Waah.. MaasyaaAllah :)
BalasHapusAssalamualaikum wr. Wb ukhti Yurita. Terimakasih sudah berkunjung di blog saya. Semoga bermanfaat dan menghibur ya ukhπ
HapusTeruskan riz π
BalasHapusInsyaaAllah Chil ππ. Makasih ya chil udah berkunjung π
HapusNice story ris... :)
BalasHapusAlhamdulillah nis kalau dirimu suka. Terimakasih udah membaca cerita q ya Nisππ
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Hapus